Selasa, 21 April 2009

Pariwisata Indonesia

Tujuh Keajaiban Pariwisata Di Indonesia

1. Taman Nasional Komodo

2. Candi Borobudur

3. Pantai Kuta Bali

4. Pantai Pasir Putih Di Lombok

5. Gunung Bromo

6. Wisata Gunung Salak

7. Danau Toba

Taman Nasional Komodo

PDF

Print

[komodo.jpg]

Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga buah pulau besar yaitu pulau Komodo, pulau Rinca dan pulau Padar serta 26 buah pulau besar/kecil lainnya. Sebanyak 11 buah gunung/bukit yang ada di Taman Nasional Komodo dengan puncak tertinggi yaitu Gunung Satalibo (± 735 meter dpl). Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Keadaan alam yang kering dan gersang menjadikan suatu keunikan tersendiri. Adanya padang savana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas; ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo (Varanus komodoensis).
Sebagian besar taman nasional ini merupakan savana dengan pohon lontar (Borassus flabellifer) yang paling dominan dan khas. Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan (Calamus sp.), bambu (Bambusa sp.), asam (Tamarindus indica), kepuh (Sterculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan bakau (Rhizophora sp.)

Selain satwa khas Komodo, terdapat rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), kerbau liar (Bubalus bubalis); 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo

Masyarakat Indonesia diminta memberi dukungan sebanyak mungkin agar Taman Nasional Komodo di Flores, Manggarai Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Dengan ini masyarakat memberi dukungan suara bagi terpilihnya Taman Nasioan Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaban dunia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTT Gulam Husein di Kupang, mengatakan, tidak hanya warga NTT tetapi seluruh rakyat Indonesia sebagai bangsa yang memiliki sejumlah keunikan dunia, diminta dukungan bagi terpilihnya Taman Nasional Komodo menjadi keajaiban dunia.

Menurut Gulam ada 77 calon keajaiban dunia. Namun dari jumlah itu akan dipilih tujuh yang paling populer dan unik di dunia, sebagai keajaiban dunia.


http://ajangkompetisi.files.wordpress.com/2009/03/pulau-komodo31.jpg


http://www.tenan.vuurwerk.nl/reports/nevis/komodo.jpg

http://www.belajardiving.com/komodo.jpg

Candi Borobudur

http://www.artlex.com/ArtLex/r/images/radial_borobudur.lg.jpg

http://pandjiwinoto.co.cc/wp-content/uploads/2009/02/borobu1.jpg

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

http://gusrachmat.files.wordpress.com/2009/03/borobudur.jpg

Pantai Kuta

http://turwahyudin.files.wordpress.com/2008/04/sunsetbali.jpghttp://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

http://www.nusaprimatour.com/sanur_beach.jpg

Sunset di Pantai Kuta

http://cache.virtualtourist.com/3234071-a_perfect_sunset_at_senggigi_c_ukirsari-Pulau_Lombok.jpg



Pasir Putih di Pantai Lombok
  • Pemandangan Pantai Pasir Putih, Lombok

http://www.baliproperties.biz/images/iklan/white%20sand%20beach.jpg

Ketenaran nama pantai Kuta Bali menjadi produk yang bisa dijual kepada wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Namun tahukah Anda, di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat ada Pantai Segara Kuta yang keindahannya tak kalah dengan pantai Kuta Bali.

Untuk mencapai pantai Segara yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, perjalanan bisa ditempuh lewat darat selama satu jam dari Kota Mataram, ibu kota provinsi NTB

Pantai yang terlihat hijau biru ditepikan pasir putih beratapkan langit biru yang diselingi awan putih menjadikan pantai ini cukup indah untuk dinikmati. Selain masih sepinya, pantai ini sewaktu saya berkunjung kesana hanya ada 1 turis asing yang sedang belajar berselancar. Sayang, akses menuju pantai kurang bagus. Untuk menuju entrance pantai sudah cukup bagus, jalan aspal dengan penataan landscape kiri kanan jalan yang ditanami dengan pohon palem raja. Sepertinya penataan ini adalah konsekuensi hotel Novotel yang terletak tidak jauh dari pantai dengan bangunan gaya natural.

Sepinya pengunjung ke tempat ini barangkali tidak lepas dari kurangnya promosi. Ditambah, ledakan bom Bali seakan menjadi pertanda mati surinya dunia pariwisata. Tetapi yang mencolok adalah pengelolaan infrastruktur yang kurang memadai untuk mencapai pantai. Barangkali bila keadaan sudah berangsur pulih, Pemerintah Daerah mau mengelola dengan lebih baik untuk menjadikan pantai ini semakin rapi dan indah.

Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi sebelum tiba di pantai ini, antara lain kampung asli suku Sasak yakni Desa Sade. Kampung yang telah berusia lebih dari 400 tahun ini masih menyajikan keasrian tempo dulu. Rumah-rumah adat beratapkan ”damen (jawa)”. Lantai rumah yang masih rutin diplester dengan kotoran kerbau, yang dipercaya sanggup mengusir roh jahat agar tidak menculik anak gadis.

Selain kampung Sade, kita bisa mengunjungi kampung yang khusus membuat / menenun kain khas suku mereka. Sayangnya karena waktu yang membatasi langkah saya, kampung ini tidak sempat saya kunjungi, berharap waktu lain masih diberi kesempatan untuk mengunjungi pulau Lombok lagi.

http://www.lombok-tours.com/photo/mawunarea.jpg

http://indonesia-fascination.com/wp-content/uploads/2009/03/beautiful_lombok_beach.jpg

http://www.lombok-tours.com/images/Gerupuk260.gif



Gunung Bromo

http://ratih170789.files.wordpress.com/2008/06/350px-gunung_bromo_2001189.jpg

Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Apa saja keistimewaan Gunung Bromo?

Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.

Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

http://www.balioutbound.com/wp-content/gallery/jalan-jalan-ke-gunung-bromo/bromo2-big.jpg

Kawah dan Lautan Pasir Bromo

http://www.bloggaul.com/bromo/pic/bromo_1229200591609AM_Kawah2.JPG

Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.


Wisata Gunung Salak


http://www.potlot-adventure.com/wp-content/uploads/2009/03/pemandangan-gunung-salak.jpg

Wisata ke alam terbuka memang selalu dipenuhi kejutan. Ada saja pengalaman yang bisa dipetik. Tak peduli pahit atau manis, semuanya akan membekas di dalam dada. Apalagi bila dinikmati bersama keluarga. Sebuah memori manis yang amat sayang dibuang begitu saja.
Coba saja tengok keluarga Howard Utomo. Keluarga harmonis ini tampak menikmati setiap ”kejutan” dalam Birdwatching di Hutan Lindung Gunung Salak. Acara wisata keluarga dan remaja ini merupakan agenda outing Sahabat Burung Indonesia (SBI). Sebuah kelompok pemerhati burung di bawah naungan BirdLife Indonesia.

Dalam acara itu keluarga Howard tak menyangka bisa ikut jadi saksi. Lewat bantuan binokuler, mata mereka tertumbuk pada sebuah pemandangan langka. Berjumpa elang jawa (Spizaetus bartelsi) di alam terbuka.

”Ya jelas bangga dong. Kita sekeluarga bisa terlibat langsung melihat elang jawa. Apalagi kabarnya burung ini termasuk jenis yang langka,” sebut Howard Utomo, sang kepala keluarga. Memang inilah kali pertama persentuhan keluarga Howard dengan elang jawa di alam aslinya. Biasanya, mereka melihat burung pemangsa ini lewat bahan bacaan dan televisi.

Letupan kegembiraan bersua elang jawa bukan jadi milik keluarga Howard semata tapi menular hingga seluruh peserta wisata unik ini. Mereka bersorak kegirangan mendapat suguhan langka itu. ”Sebuah kejutan yang patut disyukuri,” begitu kata mereka. Alhasil semangat kian terpacu untuk mengamati jenis satwa lainnya.

Itu semua bisa terjadi berkat kejelian beberapa peserta. Saat beristirahat di lapangan parkir proyek panas bumi milik Unocal Geothermal of Indonesia, Ltd (UGI) mata mereka menangkap dua bayangan hitam. Melayang-layang memanfaatkan udara panas di angkasa. Setelah diselidiki, ternyata betul kedua burung itu adalah elang jawa.
Selain mengamati elang jawa, binokuler mereka berhasil menangkap sosok cica-koreng jawa (Megalurus palustris), laying-layang batu (Hirundo tahitica) dan elang-ular bido (Spilornis cheela). Burung-burung itu wira-wiri terbang melintasi karpet hijau perkebunan teh di batas gerbang UGI ini.

Tetap Waspada
Perjalanan wisata kali ini bukan cuma berbuah kenangan manis, tapi tergolong unik. Betapa tidak, kita harus tetap waspada terhadap ancaman serangan gas H2S saat mengintip satwa di Awibengkok ini. Gas yang baunya amat merangsang itu termasuk jenis yang berbahaya. Bila terhirup, ia bisa merenggut nyawa dalam sekejap. Wajar saja, proyek panas bumi ini memang tak bisa dilepaskan dari gas ini.

”Bila berkadar di bawah 10 ppm (part per million), gas ini masih tercium bau seperti telur busuk. Namun di atas angka itu, ia tak lagi tercium. Karena sudah berhasil merusak sistem saraf penciuman kita,” terang Dede Rhamdani, Support Facility Superviser, UGI saat menyambut kedatangan rombongan.
Namun Dede menjamin keamanan tiap peserta. Sebab mereka akan selalu didampingi oleh staf lapangan UGI. Dan juga dibekali gas detektor yang canggih. Detektor ini akan berbunyi secara otomatis saat kandungan H2S di udara sekitar melewati angka 10 ppm.

Meski terkesan berbahaya, namun kawasan Awibengkok ini amat menarik dijelajahi. Keragaman hayatinya cukup tinggi. Juga kaya satwa yang tercatat sebagai warga ”asli” hutan lindung itu. Menurut catatan BirdLife Indonesia, Awibengkok dihuni sekitar 127 jenis burung. Tujuh di antaranya endemik, macam elang jawa tadi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx9sEjDleRIBAngwLy9k3WFWcW1QzvGFWRrP6MS1ReKQ-ntPgO2S7Fei7ia0dOQDfhw1VG_splYcDdr2AmL8mGyJJoKLShyphenhyphenD4i8w4GKNFHNdP1tkYV-Sm59vkQkVpNC4Hwe0KOag-M4Bs/s400/Gunung-Salak-(1).jpg

Jenis-Jenis Satwa

http://boeroeng.files.wordpress.com/2008/02/pycnonotus-aurigaster02.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSCTyziaGPxib53-kEkpZwgV9rCV96JkNIQ4zzOlJRwAL7FR6hPAvY3r5rUZS7Uc7GudihheyPXbPyZTSlW3R4SieWkxc-qj3zxcacUieSjoowzuX8FTbLZPgcykSYPzLfGgohDHelxm2-/s320/rowo.jpg
http://www.balurannationalpark.web.id/image/burung-sepah%20hutan-f.jpg

Saat dilakukan pengamatan di beberapa areal, berhasil dijumpai srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus), opior jawa (Lophozosterops javanicus), sepah gunung (Pericrocotus miniatus), layang-layang batu, walet palem (Cypsiurus balasiensis), burung cabe jawa (Dicaeum trochileum), burung cabe gunung (Dicaeum sanguinolentum), cucak rawa (Pynonotus zeylanicus), poksai kuda (Garrulax rufifrons), gelatik munguk {Sitta azurea), puyuh gonggong jawa (Arborophila javanica), kutilang gunung (Pynonotus bimaculatus) dan masih banyak lagi.

Lokasi yang paling nyaman untuk melakukan pengamatan adalah sekitar areal sumur Awibengkok 12. Di sini, ada celah terbuka yang nyaman untuk menikmati lansekap tajuk hutan secara lapang. Kadang-kadang beberapa jenis juga bisa terlihat. Begitu juga di Awibengkok 13. Letak sumur ini lebih tinggi dari jalan aspal. Pak Awang, staf lapangan yang menemani sempat bilang,” Kalau cuacanya lagi bagus, kita bisa lihat Pelabuhan Ratu. Bahkan bisa sampai lihat garis pantainya.”

Tomie Dono dari BirdLife Indonesia bercerita, ia sempat melihat raja udang di sekitar Awibengkok 5 beberapa waktu silam. Di sekitar daerah itu, kata Tomie, ada sungai yang sering dikunjungi raja udang. Biasanya burung ini terlihat sedang mencari makan. Untuk mencapai sungai itu, kita harus berjalan sedikit ke atas. Cukup terjal tebing yang harus dilewati. ”Daerah ini jarang dilewati orang. Selain sumurnya sudah tak beroperasi lagi, di sini cukup seram lokasinya,” sebut Pak Awang yang sudah bekerja sembilan belas tahun di proyek ini. Ada arca (patung) yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Soal kebenarannya, coba saja buktikan sendiri.

Macan Tutul

http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/macandahan.jpg

Kawasan Awibengkok juga masih menyimpan cukup banyak macan tutul (Phantera pardus). Populasi pastinya memang sulit didapat. Belum ada penelitian untuk itu. Tapi menurut cerita Pak Awang, para pekerja UGI sering bertemu macan ini. ada yang melintas di malam hari, jalan-jalan di sekitar areal sumur. Bahkan salah seorang staf sempat mengabadikan macan tutul yang sedang tiduran di atas pipa uap.

Berjalan-jalan di areal kantor operasi proyek juga enak. Di dekat dining room (ruang makan) Anda bisa mengintip tingkah surili (Presbitys comata). Saat pagi hari, surili bergelantungan di percabangan pohon sembari ngemil pucuk pakis muda atau daun muda lainnya. ”Itu sebabnya surili ini disebut Grizzled leaf monkey. Habis lebih banyak makan daun muda dibanding buah, biji atau bunga,” tutur Yok Yok Hadiprakarsa dari Klub Indonesia Hijau disela-sela pengamatan.

Surili hidup di hutan primer dan sekunder yang tersebar di Jawa Barat. Terutama di beberapa taman nasional, cagar alam dan hutan lindung. Badan surili dewasa dari kepala sampai punggungg berwama hitam keabuan. Panjang ekornya sekitar 56 - 72 cm.

Primata lainnya yang bisa dilihat adalah lutung jawa (Trachypithecus auratus), dan owa jawa (Hylobates moloch). Owa jawa termasuk primata endemik tanah Jawa. ”Owa ini juga bisa kita lihat di gunung Gede, Ujung Kulon, Halimun, Leuweung Sancang dan Gunung Simpang,” kata Yok Yok. Untuk membedakan owa dari surili, katanya, caranya gampang saja. Lihat baik-baik, Owa tak punya ekor. Dan seluruh mukanya hitam.

Saat malam tiba, beberapa peserta mencoba peruntungannya. Mereka berhasrat mengintip tingkah macan tutul di balik keremangan malam. Malam itu cuaca sudah mendukung. Tak ada tanda-tanda hujan. Bintang bertaburan memenuhi angkasa. Berdasar informasi, mereka berjalan menuju sumur Awibengkok 8. Di sekitar sumur ini macan tutul itu membuat sarang.

Di sela-sela perjalanan, musang seringkali terlihat melintas di jalan. Berlari-lari sembari cari makan. Ada juga kucing hutan. Tapi alangkah beruntungnya bila Anda bisa berjumpa keluarga macan tutul. Regu Patroli keamanan UGI beberapa kali berpapasan dengan keluarga ini. Untuk mengintip mamalia besar ini memang dibutuhkan kesabaran tinggi. Plus uluran tangan sang dewi fortuna. Jadi banyaklah berdoa. Tentu bila berhasil, kenangan manis dari Awibengkok makin terasa lengkap. Selamat mencoba.






Danau Toba

http://www.theodora.com/wfb/photos/indonesia/danau_toba__medan_indonesia_photo_gov.jpg

Apabila Anda berkunjung ke Danau Toba, Anda mungkin heran karena mendapati danau ini lebih mirip lautan dibandingkan danau. Suasana yang adem dan menyegarkan, pemandangan yang indah dan memesona, dengan pegunungan yang mengelilingi daerah ini mungkin akan membuat Anda betah. Pulau Samosir terletak dengan megahnya di tengah-tengah pulau. Di tengah-tengah Samosir, masih ada danau lagi, yang menambah keunikan tempat wisata ini.

Danau Toba berukuran sekitar 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter. Terletak 906 meter di atas permukaan laut, tempat ini merupakan surga bagi banyak tumbuhan menarik. Beberapa orang yang menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam di wilayah ini berkata bahwa Danau Toba membuat mereka melupakan semua masalah mereka--walaupun untuk sementara.

Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil sewaan dari kota Medan, Anda dapat mencapai Parapat dalam waktu kurang lebih 4 jam. Parapat terletak sekitar 185 kilometer jauhnya dari ibu kota Sumatra Utara. Anda juga dapat menggunakan bus atau mengikuti tur untuk mengunjungi danau ini.

Tempat Menginap

Berbagai penginapan dan hotel tersedia di Parapat. Beberapa hotel malah menyediakan fasilitas seperti kolam renang dan jacuzzi untuk memanjakan tamu-tamunya.

Berkeliling

Anda dapat berperahu untuk mencapai Pulau Samosir.

Tempat Bersantap

Banyak restoran yang didirikan di daerah ini. Anda juga dapat mencicipi makanan setempat di hotel atau penginapan.


Toba Lake, North Sumatera. Photo : Paul Hofmann 1994

Buah Tangan

Suvenir seperti T Shirt, topi, gantungan kunci, dan sebagainya dapat Anda beli di Medan, Parapat, ataupun di Pulau Samosir. Di Tuk Tuk Anda dapat membeli kerajinan khas suku Batak yang unik--misalnya ulos, ukiran khas, kalender Batak, alat musik tradisional, dan lain sebagainya.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan

Anda dapat berenang di danau, atau menaiki perahu mengelilingi danau. Anda juga dapat mengunjungi Pulau Samosir untuk melihat rumah adat raja-raja Batak zaman dahulu juga para kuburan raja di wilayah Tomok. Lapangan golf juga tersedia bagi yang menggemari olahraga yang satu ini.

Tips

- Bawalah jaket dan topi. Tempat ini mungkin cukup dingin bagi beberapa orang.

- Bawalah baju renang dan perlengkapan olahraga Anda.

http://www.bainfokomsumut.go.id/images/lake-toba.jpg

http://tanobatak.files.wordpress.com/2007/11/danau-toba_29.jpg


Semoga bermanfaat...terimakasih.